Generasi Muda Penjaga Persatuan: Prodi Manajemen UWM dan BAKESBANGPOL DIY Perkuat Spirit Kebhinekaan

Yogyakarta — Program Studi Manajemen Universitas Widya Mataram (UWM) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL) DIY sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Bhinneka Tunggal Ika pada Kamis, 27 November 2025 di Auditorium UWM, lt 3 Gedung Piwulangan. Acara ini menjadi ruang edukasi publik bagi mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi UWM dalam memperdalam pemahaman tentang nilai keberagaman, toleransi, serta penguatan karakter kebangsaan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dengan sambutan Kaprodi Manajemen, Kristiana Sri Utami yang menegaskan bahwa nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pegangan mahasiswa dalam berinteraksi, baik dalam dunia akademik, organisasi, maupun kehidupan sosial. Beliau menekankan bahwa memahami keberagaman adalah modal penting bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan di tengah dinamika masyarakat yang kompleks dan perkembangan teknologi yang demikian cepat
Sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan BAKESBANGPOL DIY, Winarni, yang menekankan urgensi internalisasi nilai toleransi dan kebhinekaan di kalangan mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa tantangan kebangsaan saat ini menuntut generasi muda untuk memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, sikap saling menghargai, serta kemampuan menyaring informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah.
Sesi inti menghadirkan empat narasumber dari institusi yang berbeda, memberikan kontribusi pemikiran yang komprehensif. Serka Suswanto dari Korem 072/Pamungkas mengawali pemaparan dengan menjelaskan peran TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan nasional. Ia menekankan bahwa keberagaman masyarakat Indonesia merupakan kekuatan besar yang perlu terus dijaga melalui sinergi seluruh elemen bangsa.
Dilanjutkan oleh Diasma Sandi Swandaru dari Pusat Studi Pancasila UGM, yang mengulas relevansi nilai-nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam menghadapi tantangan era digital. Beliau menyinggung fenomena polarisasi di media sosial dan pentingnya literasi digital agar masyarakat dapat menyikapi informasi secara bijaksana serta tetap menjaga kohesi sosial.
Narasumber berikutnya, Fahmi, Staf Ahli DPRD DIY, memberikan perspektif kebijakan publik terkait upaya pemerintah dalam memelihara toleransi dan harmonisasi kehidupan sosial. Beliau menekankan bahwa kebijakan yang tepat hanya dapat berjalan optimal apabila didukung oleh masyarakat yang memiliki kesadaran kuat akan nilai persatuan.
Materi terakhir disampaikan oleh Jumadi dari Prodi Manajemen UWM, yang menyoroti praktik penerapan nilai kebhinnekaan di lingkungan kampus dan dunia kerja. Ia memaparkan bahwa dunia profesional saat ini semakin membutuhkan individu yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu bekerja dalam lingkungan multikultural dengan sikap inklusif dan saling menghargai.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Mahasiswa tampak aktif menggali isu seputar toleransi, identitas kebangsaan, hingga tantangan keberagaman di era modern. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga mendorong peserta untuk lebih memahami peran mereka sebagai agen pemersatu dalam masyarakat.
Acara Sosialisasi Bhinneka Tunggal Ika ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat karakter kebangsaan mahasiswa dan menghidupkan nilai-nilai keberagaman dalam kehidupan kampus. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, semua yang hadir bersama-sama melakukan Deklarasi Anti-Bullying sebagai wujud komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan saling menghargai. Deklarasi ini dibacakan secara serentak oleh seluruh hadirin sebagai simbol tekad bersama untuk menolak segala bentuk perundungan, diskriminasi, serta tindakan yang dapat merusak keharmonisan kehidupan akademik. Momentum ini menjadi penguatan bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari di lingkungan Universitas Widya Mataram.

Bagikan Melalui :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp

BERITA LAINNYA